Disusun oleh
Syahniez
Puspita Soraya
17816231
1MA11
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017
KATA PENGANTAR
Bissmilahi Rahmanirrahim
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa karena atas berkah dan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan tugas Pendidikan Kewarganegaraan ini dengan
tepat waktu yang
merupakan salah satu Mata Kuliah di Universitas Gunadarma.
Adapun isi makalah ini mengenai ”Ketahanan
Nasional Dalam Koridor Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia”, yang membahas
akan pentingnya ketahanan nasional Indonesia dengan persatuan dan kesatuan
bangsanya.
Saya mengucapkan terima kasih kepada dosen
saya dan semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Semoga
makalah ini dapat diterima dengan baik dan bermanfaat khususnya bagi saya dan
semoga Allah SWT meridhoi kegiatan saya ini. Amin.
Wassalamualaikum Wr Wb
Jakarta,
29 Juni 2017
Syahniez Puspita Soraya
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
PENDAHULUAN 1
I. Latar
Belakang 1
II. Rumusan
Masalah 1
III. Tujuan
Penulisan 1
PEMBAHASAN 2
PENUTUPAN 4
I. Kesimpulan 4
II. Daftar
Pustaka 4
DAFTAR PUSTAKA 5
BAB 1
PENDAHULUAN
I. Latar
Belakang
Pembangunan kesehatan juga merupakan tujuan nasional yang
diupayakan pemerintah dan untuk mewujudkannya dibutuhkan
strategi-strategi. Pembangunan kesehatan nasional diarahkan untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang
agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat
terwujud.
II. Rumusan
Masalah
1. Apa pengertian dari
Pembangunan kesehatan?
2. Bagaimana strategi
Pembangunan Kesehatan
3. Apa saja tujuan dari
Pembangunan kesehatan?
III. Tujuan
Penulisan
Mahasiswa dapat
mengetahui pengertian, strategi, dan tujuan dari Pembangunan Kesehatan Nasional
BAB 2
PEMBAHASAN
Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh potensi bangsa
Indonesia, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah.
Pembangunan kesehatan harus diimbangi dengan intervensi perilaku
yang memungkinkan masyarakat lebih sadar, mau dan mampu melakukan hidup sehat
sebagai prasyarat pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development).
Untuk menjadikan masyarakat mampu hidup sehat, masyarakat harus dibekali dengan
pengetahuan tentang cara-cara hidup sehat. Oleh sebab itu promosi kesehatan
hendaknya dapat berjalan secara integral dengan berbagai aktivitas pencapaian
MDGs dan mewujudkan jaminan kesehatan masyarakat semesta.
Untuk mencapai tujuan
dan upaya pokok pembangunan kesehatan, maka strategi pembangunan kesehatan yang
akan ditempuh sampai tahun 2025 adalah:
a) Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan
Pembangunan kesehatan
merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat yang sangat
fundamental. Pembangunan kesehatan juga sekaligus sebagai investasi pembangunan
nasional. Dengan demikian pembangunan kesehatan merupakan bagian dari
pembangunan nasional. Dalam kaitan ini pembangunan nasional perlu berwawasan
kesehatan. Diharapkan setiap program
pembangunan nasional yang terkait dengan pembangunan kesehatan, dapat
memberikan kontribusi yang positif terhadap tercapainya nilai-nilai dasar
pembangunan kesehatan.
Untuk terselenggaranya
pembangunan berwawasan kesehatan, perlu dilaksanakan kegiatan advokasi,
sosi-alisasi, orientasi, kampanye dan pelatihan, sehingga semua penyelenggara
pembangunan nasional (stake-holders) memahami dan mampu melaksanakan
pemba-ngunan nasional berwawasan kesehatan. Selain itu perlu pula dilakukan
penjabaran lebih lanjut dari pembangunan nasional berwawasan kesehatan, sehingga
benar-benar dapat dilaksanakan dan diukur tingkat pencapaian dan dampak yang
dihasilkan.
b) Pemberdayaan Masyarakat dan Daerah
Masyarakat makin penting
untuk berperan dalam pembangunan
kesehatan. Masalah kesehatan perlu diatasi oleh masyarakat sendiri dan
pemerintah. Selain itu, banyak permasalahan kesehatan yang wewenang dan
tanggung jawabnya berada di luar sektor kesehatan. Untuk itu perlu adanya
kemitraan antar berbagai stakeholders pembangunan kesehatan terkait.
Pemberdayaan masyarakat pada hakekatnya adalah melibatkan masyarakat untuk
aktif dalam pengabdian masyarakat (to serve), aktif dalam pelaksanaan advokasi
kesehatan (to advocate), dan aktif dalam mengkritisi pelaksanaan upaya
kesehatan (to watch).
Untuk keberhasilan
pembangunan kesehatan, penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan harus berangkat
dari masalah dan potensi spesifik daerah. Oleh karenanya dalam pembangunan
kesehatan diperlukan adanya pendelegasian wewenang yang lebih besar kepada
daerah. Kesiapan daerah dalam menerima dan menjalankan kewenangannya dalam
pembangunan kesehatan, sangat dipengaruhi oleh tingkat kapasitas daerah yang
meliputi perangkat organisasi serta sumber daya manusianya. Untuk itu harus
dilakukan penetapan yang jelas tentang peran pemerintah pusat dan pemerintah
daerah di bidang kesehatan, upaya kesehatan yang wajib dilaksanakan oleh
daerah, dan pengembangan serta pemberdayaan SDM daerah.
c) Pengembangan Upaya dan Pembiayaan
Kesehatan
Pengembangan upaya
kesehatan, yang mencakup upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan
perorangan diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat (client
oriented), dan dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu, berkelanjutan, merata,
terjangkau, berjenjang, profesional, dan bermutu. Penyelenggaraan upaya ke-sehatan diutamakan
pada upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan, tanpa mengabaikan upaya
pengobatan dan pemulihan kesehatan. Penyelenggaraan upaya kesehatan dilakukan
dengan prinsip kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dan swasta.
d) Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya
Manusia Kesehatan
Pelayanan kesehatan yang
bermutu, merata dan ter-jangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tidak akan
terwujud apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia kesehatan yang
mencukupi jumlahnya, dan profesional,
yaitu sumber daya manusia kesehatan yang mengikuti perkembangan IPTEK,
menerapkan nilai-nilai moral dan etika profesi yang tinggi. Semua tenaga
kesehatan dituntut untuk selalu menjunjung tinggi sumpah dan kode etik profesi.
e) Penanggulangan Keadaan Darurat Kesehatan
Keadaan darurat
kesehatan dapat terjadi karena ben-cana, baik bencana alam maupun bencana
karena ulah manusia, termasuk konflik sosial. Keadaan darurat kesehatan akan
mengakibatkan dampak yang luas, tidak saja pada kehidupan masyarakat di daerah
bencana, namun juga pada kehidupan bangsa dan negara. Oleh karenanya
penanggulangan keadaan darurat kesehatan yang mencakup upaya kesehatan
masyarakat dan upaya kesehatan perorangan, dilakukan secara komprehensif,
mitigasi serta didukung kerjasama lintas sektor dan peran aktif masyarakat.
Upaya Pembangunan
Kesehatan
a) Meningkatkan mutu sumber daya manusia dan
lingkungan yang saling mendukung dengan pendekatan paradigma sehat, yang
memberikan prioritas pada upaya peningkatan kesehatan pencegahan, penyembuhan,
pemulihan dan rehabilitasi sejak pembuahan dalam kandungan sampai lanjut usia.
b) Meningkatkan dan memelihara mutu lembaga
dan pelayanan kesehatan melalui pemberdayaan sumber daya manusia secara
berkelanjutan dan sarana prasarana dalam bidang medis, termasuk ketersediaan
obat yang dapat dijangkau oleh masyarakat.
c) Mengembangkan sistem jaminan sosial
tenaga kerja bagi seluruh tenaga kerja bagi seluruh tenaga kerja untuk
mendapatkan perlindungan, keamanan, dan keselamatan kerja yang memadai, yang
pengelolaannya melibatkan pemerintah, perusahaan dan pekerja.
d) Membangun ketahanan sosial yang mampu
memberi bantuan penyelamatan dan pemberdayaann terhadap penyandang masalah
kesejahteraan sosial dan korban bencana serta mencegah timbulnya gizi buruk dan
turunnya kualitas generasi muda.
e) Membangun apresiasi terhadap penduduk
lanjut usia dan veteran untuk menjaga harkat martabatnya serta memanfaatkan
pengalamannya.
f) Meningkatkan kepedulian terhadap
penyandang cacat, fakir miskin dan anak-anak terlantar, serta kelompok rentan
sosial melalui penyediaan lapangan kerja yang seluas-luasnya dalam rangka
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
g) Meningkatkan kualitas penduduk melalui
pengendalian kelahiran, memperkecil angka kematian, peningkatan kualitas
program keluarga berencana.
h) Memberantas secara sistematis perdagangan
dan penyalahgunaan narkotik dan obat-obatan terlarang dengan memberikan sanksi
yang seberat-beratnya kepada produsen, pengedar dan pemakai.
Tujuan pembangunan
kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui
terciptanya masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang ditandai penduduk yang
hidup dengan perilaku dan dalam lingkungan sehat, memiliki kemampuan untuk
menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta
memiliki derajat kesehatan yang optimal di seluruh wilayah Republik Indonesia.
Adapun tujuan utama dari pembangunan kesehatan yaitu :
a) Peningkatan kemampuan masyarakat untuk
menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan.
b) Perbaikan mutu lingkungan hidup yang
dapat menjamin kesehatan.
c) Peningkatan status gizi masyarakat.
d) Pengurangan kesakitan (morbiditas) dan
kematian (mortalitas).
e) Pengembangan keluarga sehat sejahtera
BAB III
PENUTUP
I. Kesimpulan
Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang
bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya
Tujuan pembangunan
kesehatan yaitu : meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat
bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal
melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang ditandai
penduduk yang hidup dengan perilaku dan dalam lingkungan sehat, memiliki
kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan
merata, serta memiliki derajat kesehatan yang optimal di seluruh wilayah
Republik Indonesia.
II. Saran
Pembangunan kesehatan merupakan hal yang sangat penting sehingga
dapat menciptakan generasi penerus yang berkualitas dan bangsa yang lebih baik.
Maka dari itu, diharapkan pemerintah lebih mengutamakan program-program kesehatan
agar terwujud dengan baik dan lebih memperhatikan pelayanan dan fasilitas
kesehatan yang menunjang pembangunan kesehatan nasional supaya terus membaik.
DAFTAR PUSTAKA
http://bidandeary.blogspot.co.id/2013/05/strategi-pembangunan-kesehatan-nasional.html?m=1
https://andrew57.wordpress.com/2006/03/12/strategi-utama-pembangunan-kesehatan/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar